Wednesday, March 14, 2007

AnimalNutrition IV (Dedak Padi...)

Ada Apa Dengan Dedak Padi (katul)…… ????

Bagi seorang peternak mendengar istilah katul adalah suatu hal yang biasa, karena katul merupakan salah satu bahan untuk dicampur dengan konsentrat dan jagung menjadi pakan campuran siap saji. Akan tetapi sudah seberapa kenalkah anda dengan Dedak Padi ini ??

Katul, By product yang diburu

Indonesia sebagai salah satu negara produsen beras yang besar di kawasan asia tenggara tentunya akan menghasilkan katul atau dedak padi yang cukup melimpah. Katul merupakan hasil sampingan/limbah dari proses penggilingan padi. Menurut hasil penelitian bahwa kurang lebih 8 - 8.5% dari berat padi adalah katul. Dengan angka tersebut maka kita dapat memprediksi potensi suatu daerah untuk menghasilkan katul. Misalnya suatu daerah untuk suatu periode panen menghasilkan 1000 ton padi maka dapat diperkirakan daerah tersebut mampu menghasilkan 80 – 85 ton katul. Didalam katul terdapat beberapa bahan seperti eleurone dan lapisan pericarp serta pecahan beras-beras kecil. Nutrien yang terdapat di katul yang berkualitas baik antara lain Protein kasar 9 – 12 %, pati 15 – 35 %, lemak 8 – 12% serta serat kasar 8 – 11%. Dengan kandungan serat kasar yang lebih tinggi daripada jagung atau sumber energi yang lain maka menyebabkan katul diberikan dalam jumlah yang terbatas tergantung pada jenis ternaknya. Sebagai komoditi yang cukup terbatas ketersediaannya karena tergantung pada musim panen padi serta sifatnya yang mudah rusak serta menjadi kebutuhan utama bagi peternak yang membuat pakan campuran sendiri sehingga mendorong tingginya harga jual katul dipasaran. Hal yang demikian tersebut dimanfaatkan para penjual maupun pengepul katul untuk memanipulasi isi katul tersebut sehingga akan didapat keuntungan yang lebih banyak lagi. Ada beberapa bahan yang sering digunakan untuk memanipulasi jagung seperti sekam giling, (baca selanjutnya)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home